Ada suatu peristiwa yang membuat mereka lebih cemas lagi.
Pada malam pertama Muhammad saw merasa sakit ia tak dapat tidur, lama sekali tak
dapat tidur. Dalam hatinya ia berkata, bahwa ia akan keluar pada malam musim
itu, musim panas yang disertai hembusan angin di sekitar kota Madinah. Ketika
itulah ia keluar, hanya ditemani oleh pembantunya, Abu Muwayhiba. Tahukah ke
mana ia pergi? Ia pergi ke Baqi'l-Gharqad, pekuburan Muslim di dekat Madinah.
Sesampainya di pekuburan itu ia berbicara kepada penghuni kubur, katanya, "Salam
sejahtera bagimu, wahai penghuni kubur! Semoga kamu selamat akan apa yang
terjadi atas dirimu, seperti atas diri orang lain. Fitnah telah datang seperti
malam gelap-gulita, yang kemudian menyusul yang pertama, dan yang kemudian lebih
jahat dari yang pertama."
Showing posts with label Sejarah Islam. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Islam. Show all posts
Nabi SAW Mulai Sakit
Artikel Sejarah Islam
Sekarang Usama dan pasukannya berangkat ke Jurf (tidak jauh
dari Medinah). Mereka mengadakan persiapan hendak berangkat ke Palestina.
Tetapi, dalam pada mereka sedang bersiap-siap itu tiba-tiba Rasulullah jatuh
sakit, dan sakitnya makin keras juga, sehingga akhirnya tidak jadi mereka
berangkat.
Bisa jadi orang akan bertanya: Bagaimana sebuah pasukan yang
persiapan dan keberangkatannya diperintahkan oleh Rasulullah, tidak jadi
berangkat karena dia sakit? Ya, Perjalanan pasukan ke Syam yang akan mengarungi
sahara dan daerah tandus selama berhari-hari itu bukan soal ringan, dan tidak
pula mudah buat kaum Muslimin - dengan Nabi yang sangat mereka cintai melebihi
cinta mereka kepada diri sendiri - akan meninggaIkan Medinah sedang Nabi dalam
keadaan sakit, dan yang sudah mereka sadari pula apa sebenarnya dibalik sakitnya
itu. Ditambah lagi mereka memang belum pernah melihat Nabi mengeluh karena
sesuatu penyakit yang berarti.
Muhammad SAW Berpulang Ke Rahmatullah
Artikel Sejarah Islam
Dalam hal ini beberapa sumber masih sangat berlain-lainan
sekali keterangannya. Sebagian besar menyebutkan bahwa pada hari musim panas
yang terjadi di seluruh semenanjung itu - 8 Juni 632 - ia minta disediakan
sebuah bejana berisi air dingin dan dengan meletakkan tangan ke dalam bejana itu
ia mengusapkan air ke wajahnya; dan bahwa ada seorang laki-laki dari keluarga
Abu Bakr datang ke tempat Aisyah dengan sebatang siwak di tangannya. Muhammad
memandangnya demikian rupa, yang menunjukkan bahwa ia menginginkannya. Oleh
Aisyah benda yang di tangan kerabatnya itu diambilnya, dan setelah dikunyah
(ujungnya) sampai lunak diberikannya kepada Nabi. Kemudian dengan itu ia
menggosok dan membersihkan giginya. Sementara ia sedang dalam sakratulmaut, ia
menghadapkan diri kepada Allah sambil berdoa, "Allahumma ya Allah! Tolonglah aku
dalam sakratulmaut ini."
Aisyah berkata - yang pada waktu itu kepala Nabi berada di
pangkuannya, "Terasa olehku Rasulullah s.a.w. sudah memberat di pangkuanku.
Kuperhatikan air mukanya, ternyata pandangannya menatap ke atas seraya berkata,
"Ya Handai Tertinggi dari surga."
"Kataku, 'Engkau telah dipilih maka engkau pun telah memilih.
Demi Yang mengutusmu dengan Kebenaran.' Maka Rasulullah pun berpulang sambil
bersandar antara dada dan leherku dan dalam giliranku. Aku pun tiada menganiaya
orang lain. Dalam kurangnya pengalamanku dan usiaku yang masih muda, Rasulullah
s.a.w. berpulang ketika ia di pangkuanku. Kemudian kuletakkan kepalanya di atas
bantal, aku berdiri dan bersama-sama wanita-wanita lain aku memukul-mukul
mukaku."
Benarkah Muhammad sudah meninggal? Itulah yang masih menjadi
perselisihan orang ketika itu, sehingga hampir-hampir timbul fitnah di kalangan
mereka dengan segala akibat yang akan menjurus kepada perang saudara, kalau
tidak karena Tuhan Yang menghendaki kebaikan juga untuk mereka dan agama yang
sebenarnya ini.
Happy Blogging Kawan :)
Jangan lewatkan baca juga artikel menarik tentang Tips Mengenali Sakit Kepala
Happy Blogging Kawan :)
Jangan lewatkan baca juga artikel menarik tentang Tips Mengenali Sakit Kepala
Dalam Islam Tidak Ada Pertentangan Agama dengan Negara
Artikel Sejarah Islam
Islam dapat diselamatkan dari pertentangan serta segala
pengaruhnya itu, sebabnya ialah karena Islam tidak kenal apa yang namanya gereja
itu atau kekuasaan agama seperti yang dikenal oleh agama Kristen. Belum ada
orang di kalangan Muslimin - sekalipun ia seorang khalifah - yang akan
mengharuskan sesuatu perintah kepada orang, atas nama agama, dan akan
mendakwakan dirinya mampu memberi pengampunan dosa kepada siapa saja yang
melanggar perintah itu. Juga belum ada di kalangan Muslimin - sekalipun ia
seorang khalifah - yang akan mengharuskan sesuatu kepada orang selain yang sudah
ditentukan Tuhan di dalam Qur'an.
Islamnya Shohabat Abu Bakr as
Artikel Sejarah Islam
Pada waktu itu Shohabat Abu Bakr b. Abi Quhafa dari kabilah Taim
adalah teman akrab Nabi Muhammad SAW. Ia senang sekali kepadanya, karena sudah
diketahuinya benar ia sebagai orang yang bersih, jujur dan dapat dipercaya. Oleh
karena itu orang dewasa pertama yang diajaknya menyembah Allah Yang Esa dan
meninggalkan penyembahan berhala, adalah dia. Juga dia laki-laki pertama tempat
dia membukakan isi hatinya akan segala yang dilihat serta wahyu yang
diterimanya.
Muhammad SAW Lahir
Artikel Sejarah Islam
Aminah sudah hamil, dan kemudian, seperti wanita lain iapun
melahirkan. Selesai bersalin dikirimnya berita kepada Abd'l Muttalib di Ka'bah,
bahwa ia melahirkan seorang anak laki-laki. Alangkah gembiranya orang tua itu
setelah menerima berita. Sekaligus ia teringat kepada Abdullah anaknya. Gembira
sekali hatinya karena ternyata pengganti anaknya sudah ada. Cepat-cepat ia
menemui menantunya itu, diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke Ka'bah. Ia diberi
nama Muhammad. Nama ini tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal.
Kemudian dikembalikannya bayi itu kepada ibunya. Kini mereka sedang menantikan
orang yang akan menyusukannya dari Keluarga Sa'd (Banu Sa'd), untuk kemudian
menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang dari mereka, sebagaimana sudah
menjadi adat kaum bangsawan Arab di Mekah.
Penopang Duka Khairul Anam
Artikel Sejarah Islam
Siapakah yang menyangka saat itu, keharuman pribadinya kelak
akan merebak di sepanjang sejarah Islam di setiap dada kaum muslimin? Siapakah
yang menyangka, bahwa wanita yang mulia ini akan mendapatkan sebuah keutamaan
yang besar yang telah ditetapkan Allah baginya? Siapakah yang menyangka, wanita
cantik jelita ini akan mendampingi manusia yang paling mulia dalam rentang awal
perjalanan dakwahnya? Siapakah yang menyangka saat itu…?
Muslimin manakah
yang tak pernah mendengar sebutan namanya? Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin
‘Abdil ‘Uzza bin Qushay Al-Qurasyiyah Al-Asadiyah radhiyallahu ‘anha yang
tercatat sebagai istri Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam sekaligus wanita
pertama yang membenarkan pengangkatan Muhammad Shallallahu `alaihi Wasalam
sebagai nabi dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Shallallahu `alaihi
Wasalam.
BELAHAN JIWA RASULULLAH SAW
Artikel Sejarah IslamDialah ‘Aisyah bintu Abi Bakr ‘Abdillah bin Abi Quhafah ‘Utsman
bin ‘Amir bin ‘Amr bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ay
al-Qurasyiyyah at-Taimiyyah al-Makkiyyah radhiallahu 'anha. Dia seorang wanita
yang cantik dan berkulit putih sehingga mendapat sebutan al-Humaira’.
Ibunya bernama Ummu Ruman bintu ‘Amir bin ‘Uwaimir bin ‘Abdi Syams bin ‘Attab
bin Udzainah al-Kinaniyyah. Dia lahir ketika cahaya Islam telah memancar,
sekitar delapan tahun sebelum hijrah. Dihabiskan masa kanak-kanaknya dalam
asuhan sang ayah, kekasih Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, seorang
sahabat yang mulia, Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu 'anhu.
Cahaya Nubuwwah
Artikel Sejarah IslamMenginjak usia ke-40, Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam
kian sering melakukan tahannuts (beribadah) dengan cara menyendiri di gua Hira’.
Telah tertanam dalam sanubarinya, kebencian terhadap berhala-berhala, bahkan
terhadap segenap kejelekan yang ada pada masyarakatnya. Allah Subhanahu Wa
Ta’ala telah mempersiapkan beliau untuk menerima Al-haq sebagai ilmu dan
amal.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala mensucikan hati dan jiwa Muhammad
Shallallahu 'alaihi wa sallam. Setiap kali habis bekalnya, beliau kembali kepada
keluarganya untuk mempersiapkan bekal baru. Hati Muhammad Shallallahu 'alaihi wa
sallam betul-betul dalam keadaan bergantung hanya kepada Rabb-nya. Beliau
beribadah dengan apa yang diketahuinya di masa jahiliyah yang kosong dari
ilmu.
Sekilas Biografi Abu Bakar Ash-Shidiq
Artikel Sejarah IslamSiapa yang tak mengenal Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahu ‘anhu,
seorang khalifah besar pengganti Rasulullah, manusia paling mulia dari umat
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukan hanya kaum muslimin yang
mengenalnya, bahkan orang-orang kafir pun mengenalnya. Panglima besar yang
berhasil menundukkan kekuatan dan kecongkakan negara super power Romawi. Dialah
Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’ab
bin Luai yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu
'anhu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)
